Bagaiamana perkembangan anak di usia 5,5 tahun

Tanya :

Assalamualaikum. Saya mempunyai anak usia 5,5 tahun. Dia mempunyai kekurangan dalam membaca dan menulis, dan fokusnya untuk dia belajar belum ada. Anak saya sudah sedari usia 3,5 tahun saya masukin pra pesantren dan sudah masuk tahun ke 3 ini. Selama di pra ponpes sudah bisa sedikit baca BTQ tapi masih sering lupa dan salah, menurut gurunya dia ketika diajari membaca baik itu ngaji atau sekolah, dia suka tengak-tengok atau main-main. Sudah 2 tahun lamanya kemampuan bacanya masih belumm naik atau belum bertambah. Di usianya sekarang teman-temannya sudah lancar membaca. Jadi anak saya ini kiranya kekurangannya dimana? Cara belajar yang pas buat dia bagaimana? Saya salaku orangtua ikut galau dengan kondisi anak kami, mengenali huruf a, b, c, saja belum bisa. Mohon pencerahannya. Terima kasih

Yuli Putriani – Pangkal Pinang

 

Jawab :

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu, berkaitan dengan kemampuan membaca atau menulis pada anak usia tersebut sebetulnya masih pada taraf yang belum mengkhawatirkan karena memang pada usia tersebut bagi anak masih merupakan masa bermain, sehingga pada anak tertentu (yang berkategori normal dan bukan karena gangguan) belum lancarnya membaca atau menulis masih pada kategori yang normal, bagi anak mungkin belum terlalu perhatian terhadap huruf atau bahkan bacaan dan masih suka bermain, seperti pada anak dengan kategori kinestetik maka cenderung banyak bermain. Pada tipe ini anak akan cepat belajar bila guru memberikan pembelajaran dengan memperagakan atau menggunakan media yang bagi anak cepat dimengerti namun bila guru hanya bermodalkan buku mungkin bagi anak menjadi kurang menyenangkan sehingga anak suka tengak tengok saat belajar, karena kurang menyenangkan bagi dia maka anak akan lebih senang bermain.

Namun bila anak dideteksi mengalami gangguan tertentu, (diperlukan didiagnosis lebih dini) seperti ADHD (attention Deficit Hiperactivity Disorder- gangguan hiperaktif) atau ADD (Attantion Deficit Hiperactivity- gangguan konsentrasi) pada anak dengan gangguan ini memang akan mengalami kesulitan konsentrasi sehingga anak akan kurang memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Pada anak ADHD anak cenderung suka bermain dan tidak dapat menyelesaikan tugas karena anak hiperaktif sehingga tidak dapat konsentrasi dan pada anak ADD kurang dapat konsentrasi sehingga juga tidak dapat mengerjakan tugas.

Ada lagi kemungkinan indikasi gangguan disleksia yaitu gangguan kemampuan membaca atau menulis pada anak, gangguan ini sebetulnya baru bisa dideteksi setelah anak usia 7 tahun, namun biasanya ada gejala yang muncul pada usia pra sekolah seperti anak bingung dengan arah kanan atau kiri, pada saat bicara kata yang digunakan kurang tepat seperti tadi di bilang kemaren, atau kesulitan menyusun kalimat atau kata (terbolak-balik), kesulitan mengurutkan sesuatu misal menyebutkan hari sebelum dan sesudah sering terbalik, maka bila ini terjadi pada pada anak pras sekolah merupakan indikasi disleksia dan bila nanti pada usia sekolah dasar belum bisa menghapal huruf atau membaca-manulis kata atau kalau sudah bisa membaca atau ditulis mungkin ada huruf yang terbalik seperti b dibaca d atau p, m dibaca w, n dibaca u atau sebaliknya, atau pada saat membaca ada huruf yang hilang maka sangat dimungkinkan anak mengalami gangguan disleksia. nah tentu hal ini perlu ada diagnosis dari psikolog yang berkompeten terhadap masalah ini.

Demikian yang bisa kami jawab semoga dapat memberikan gambaran bagi ibu mengenai kondisi putra/putrinya.

Konsultasi ini dijawab oleh Trubus Raharjo, S.Psi, MSi

Leave a comment