Tidak Percaya Diri Ketika Kuliah dan Bekerja

Tanya :

Halo, saya saat ini merupakan seorang mahasiswa semester 4, dengan program kelas karyawan, yaitu bekerja sambil berkuliah walau saat ini sedang tidak bekerja. Saya pikir saya mempunyai masalah mengenai kepercayaan diri yang sangat mengganggu, dalam artian membuat proses kuliah dan bekerja saya terganggu.

Pertama, saya tidak bisa berbicara di depan umum, benar-benar tidak bisa, semisal saya melakukan presentasi walau di rumah sudah latihan berkali-kali dan sudah bisa, sudah hafal, atau sudah menguasai, tapi ketika saya mulai maju untuk melakukan presentasi suara saya menghilang atau bergetar, dan itu selalu terjadi sebisa apapun materi yang akan saya sampaikan.

Hal tersebut bahkan berlaku juga ketika saya melakukan telpon, suara saya tetap tidak keluar ataupun malah bergetar. Tetapi hal tersebut tidak berlaku apabila saya bertelepon atau mengirim vn kepada orang tua. Saya tidak bisa berteriak karena suaranya akan putus dan tidak keluar, semisal saya berdiri di depan umum atau menjadi pusat perhatian tangan saya selalu bergetar.

Kedua, saya tidak mampu untuk berjalan tegak dan selalu menunduk tidak berani melihat ke depan apabila sedang berjalan sendiri, ada perasan malu dan takut.

Saya dahulu pernah mengalami pembullyan pada masa SD, sekitar kelas 1-3, seterusnya masa SD saya baik-baik saja. Saya pikir itu hal yang menyebabkan saya seperti sekarang, tapi saya tidak tahu pasti. Saya sudah coba untuk memperbaiki semua ini, akan tetapi perasaan malu dan takut itu selalu muncul, saya tidak bisa mengungkapkan pikiran saya pada umum walau banyak hal yang saya pikirkan, baik itu dalam diskusi kelas ataupun pekerjaan, saya juga tidak berani bertanya di kelas walau saya memiliki sebuah pertanyaan.

Saya tidak tahu lagi harus bagaimana, sementara perkuliahan mengharuskan saya untuk melakukan banyak presentasi, hal tersebut membuat saya malu dan takut. Walau apabila bertemu dengan orang yang melakukan bully pada saya dahulu saya merasa biasa saja tidak merasa takut, selain merasa ingin terlihat sangat baik, saya tetap ingat apa yang mereka lakukan dan katakan pada saya walau tidak semuanya. Padahal saya termasuk kategori orang yang pelupa.

Alyv, di Bogor

 

Jawab :

Halo Alyv,

Selamat pagi. Semoga selalu diberikan kesehatan fisik dan psikis yang paripurna.

Kali ini saya akan menjawab pertanyaan dari Alyv terkait kondisi Alyv saat ini. Kepercayaan diri timbul dari dalam diri individu. Menurut para ahli, kepercayaan diri dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, lingkungan keluarga, keluarga merupakan tempat sosialisasi pertama bagi seorang anak, pola asuh yang demokratis akan mampu memberikan kesempatan bagi anak untuk dapat mengembangkan rasa percaya diri seorang anak terhadap kemampuannya. Kedua, lingkungan sosial, kita akan mulai menyadari bahwa diri kita berharga di lingkungan sosial. Adanya pengalaman keberhasilan dan persahabatan akan mampu membangun rasa percaya diri kita. Sebaliknya, adanya pengalaman tidak menyenangkan misalnya kehilangan kasih sayang, penghinaan, atau dijauhi oleh teman sebaya akan berpotensi menyebabkan rendahnya kepercayaan diri kita di masa-masa selanjutnya. Dalam hal ini, pengalaman bullying yang pernah dialami oleh Alyv juga bisa menjadi salah satu faktor pengalaman yang menyebabkan Alyv memiliki pemikiran atau persepsi yang negatif atau ketidak yakinan akan kemampuan Alyv sendiri.

Ketiga, faktor psikologis, penerimaan diri akan mampu membantu individu untuk meregulasi kondisi emosi serta memilih dan mengatur pikiran individu tersebut apakah cenderung akan meyakini pemikiran positif ataukah pemikiran negatif tentang dirinya sendiri. Dalam hal ini, dari cerita yang Alyv sampaikan, sepertinya rasa kurang percaya diri Alyv bersumber dari kondisi psikologis berupa kecemasan serta adanya pemikiran negatif Alyv terhadap diri sendiri yang terkait dengan seperti disebutkan sebelumnya yaitu ketidakyakinan akan kemampuan Alyv sendiri.

Dalam kondisi Alyv saat ini, sangat dimungkinkan bahwa kecemasan yang Alyv alami saat ini sudah mencapai ambang batas diperlukannya konseling dengan professional misalnya seperti psikolog. Tanda bahwa kecamasan yang Alyv alami saat ini sudah cukup intens adalah (1) munculnya rekasi fisiologis yang konsisten seperti tangan bergetar, lidah menjadi kaku sehingga sulit mengucapkan sesuatu, (2) kondisi tersebut sudah cukup mengganggu dalam kehidupan ALyv sehari-hari yaitu di kampus dan di lingkungan pekerjaan. Oleh karena itu, latihan secara teknis saja (persiapan materi, latihan presentasi) kurang efektif dilakukan, jika sumber utama (permasalahan kecemasan) belum diatasi dengan tepat. Umumnya, di awal sesi konselor/ psikolog akan melakukan asesmen terkait tingkat kecemasan yang dialami, pendampingan dalam mengatasi pengalaman traumatis/ tidak menyenangkan di masa lalu (jika diperlukan), pendampingan dalam mengenali kekuatan dan kelemahan diri klien dengan tujuan pengembangan diri dan peningkatan keyakinan diri, lalu kemudian akan didampingi untuk berlatih relaksasi secara tepat dan konsisten, baru kemudian latihan berbicara (mulai dari mengatur pernafasan, intonasi suara dan irama saat berbicara/ intonasi).

Hal yang penting untuk dilakukan Alyv saat ini adalah mengontrol kecemasan yang dialami.

Kepercayaan diri dan keyakinan diri perlu dilatih dan dikembangkan. Yakinlah bahwa setiap individu bisa menjadi pribadi yang percaya diri, yang yakin atas kemmapuan yang dimiliki, begitu juga dengan Alyv. Salam semangat Alyv.

 

Konsultasi ini dijawab oleh

Ridwan Budi Pramono, S.Psi, MA

Leave a comment