Kesulitan Berkomunikasi dengan Baik

Tanya :

Ketika saya berbicara, ucapan saya terlalu mengeritik, yang menurut saya kira wajar karena memang di kalangan akademisi. Namun mengapa sering ada yang salah sangka dan tidak sedikit justru ada yang “membenci”. Apakah memang cara saya berkomunikasi yang kurang baik atau memang terlalu mengkritik? Lalu meminta secara “ndedes” itu adalah peristiwa yang salah? Bagaimana cara berkomunikasi secara psikologi yang baik dan benar?

Zakky, Kudus

 

Jawab :

Selamat pagi mas Zakky. Terima kasih atas pertanyaannya. Berkenaan dengan pertanyaan anda ini jawaban saya. Semoga memuaskan terima kasih.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita menemui hambatan-hambatan dalam berkomunikasi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, baik dari salah satu atau kedua pihak yang berkomunikasi. Oleh karena itu, sebagai komunikator (penyampai pesan) hendaknya berupaya untuk menyampaikan pesan secara positif dan tepat, meliputi:

(a) Pemilihan bahasa yang disesuaikan dengan lawan bicara (pertimbangan dari usia- tingkat Pendidikan- dan budaya lawan bicara),

(b) Pemilihan waktu yang tepat (pertimbangan apakah informasi ataupun konfirmasi yang akan kita sampaikan kepada lawan bicara lebih tepat jika disampaikan secara personal ke orang tertentu terlebih dahulu, ataukah sudah tepat jika disampaikan di depan umum),

(c) Kemampuan mendengar aktif dari penyampai pesan juga diperlukan sehingga kedua belah pihak sama-sama dapat menyediakan diri mendengar pendapat dari masing-masing pihak, dan yang tidak kalah penting adalah

(d) Menjaga tujuan untuk fokus pada solusi, yaitu penyampai pesan hendaknya mampu menjaga niat sejak awal bahwa penyampaian pendapat tersebut bertujuan untuk menyampaikan alternatif solusi dari sudut pandang pemikirannya (Oleh karena itu, penyampai pesan tidak memaksa orang lain untuk menjawab respon berupa iya/ tidak, setuju/ tidak setuju.

 

Hal yang penting untuk diperhatikan oleh komunikator adalah menyiapkan diri sejak awal bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya, tentunya dengan cara yang positif dan tepat serta fokus pada solusi, bukan bertujuan untuk menyalahkan atau menyudutkan orang lain maupun pandangan orang lain, serta menyiapkan diri juga untuk mampu mendengarkan pendapat orang lain secara bijak.

 

Konsultasi Psikologi ini dijawab oleh

Ridwan Budi Pramono, S.Psi, MA

Tags

Leave a comment