Video Company Profile Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus
Lihat video company profile Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus
Kuliah Umum Fakultas Psikologi UMK
Analisa Widyaningrum, Psikolog Rumah Sakit JIH Yogyakarta sedang memberikan materi dalam Kuliah Umum Pengenalan & Pengembangan Bakat Potensi Untuk Pengembangan Karir Mahasiswa (07/12/2016)
Workshop Micro Expression KPT Insight Psikologi UMK
Antonius Kurniawan menyampaikan materi workshop Micro Expression di @HOM Hotel (19/11/2016)
Fakultas Psikologi Luluskan 20 Sarjana
Para Wisudawan sedang berfoto bersama dengan pengajar di acara pelepasan wisudawan Fakultas Psikologi UMK 15 Oktober 2016
Kuliah Umum Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus
Dr Otto Nur Abdullah memaparkan arti dan makna pelanggaran HAM berat bagi korban di acara kuliah umum yang diselenggarakan kajian Psikologi Sosial, Psikologi UMK (23/06 - 2016)
Easy to starts

Ingin Konsultasi?

Anda punya masalah psikologis. Konsultasikan kepada kami. Gratis

Kirim Konsultasi
Forum Support

Psikotest

Menyediakan jasa tes psikologi untuk personal ataupun perusahaan.

Ikuti Psikotest

Great docs & support

Info Lowongan

Ikuti selalu info terbaru lowongan pekerjaan untuk S1 Psikologi

Lowngan Terbaru

Great docs & support

Jadwal Kuliah

Jangan sampai tidak mengikuti perkuliahan hanya karena tidak tahu jadwal kuliah.

Jadwal Terbaru

INFO PENTING

Download Naskah Penulisan Jurnal
Salah satu syarat pengumpulan hasil akhir skripsi adalah membuat skirpisi sesuai dengan dengan format jurnal. Berikut link pedoman ....

Download dan Baca Pedoman Penulisan Skripsi Terbaru
Mahasiswa yang mengambil mata kuliah skripsi, diharapkan untuk mendownload dan membaca materi panduan penulisan skripsi terbaru ....

Anak Berani Menentang Orangtua

Anak Berani Menentang Orangtua

 

Tanya:

Ibu, saya sedang bingung menghadapi anak saya. Dia perempuan, usia 7 tahun. Setiap kali saya ingatkan, dia malah mengira saya tidak sayang padanya, sehingga ganti memarahi saya karena selalu menyalahkan dia. Dalam posisinya ketika salah sekalipun, dia selalu merasa disalah-salahkan ketika dimarahi. Bagaimana ya bu cara memahamkan dia terhadap kesalahan yang diperbuatnya tanpa merasa disalah-salahkan?
Ibu Ani di Pati

 

Jawab:

Ibu Ani yang baik, saya bisa memahami yang sekarang ibu rasakan. Sebagai orangtua kadang kita bingung menghadapi anak-anak. Kita memang tidak bisa sempurna, tentu kita pernah melakukan kesalahan dalam mendidik anak-anak kita untuk menjadi pribadi yang baik, namun untuk menjadi orangtua yang baik, kita semua bisa walaupun dengan belajar dari kesalahan.

 

Anak-anak memang sangat mengharapkan disayang dan dihar-gai orangtuanya. Sebaliknya, akan sangat melukai perasaaannya jika dirasa orangtua tidak menyayangi dirinya dengan merna-.rah-marahi. Maka tidak jarang jika kita temui, anak-anak yang meminta perhatian orangtua dengan menangis ketika dimarahi. Mungkin sebagai orangtua, kita akan semakin jengkel melihat anak menangis ketika dimarahi, padahal dari sisi si anak, justru menangis adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk me-narik simpati dari kita sebagai orangtua.

Selain pemahaman kita terhadap keinginan anak terhadap kita sebagai orangtua, perlu kita pahami juga bahwa akan lebih bijaksana jika kita sebagai orangtua membiasakan diri untuk lebih menekank-an memberi pemahaman daripada sekadar memarahi anak ketika dia salah. Misalnya dengan mengajak dia berpikir kenapa dia tidak boleh melakukan sesuatu hal, apakah karena berbahaya bagi dirinya atau orang lain, seberapa berbahaya jika hal itu dilakukan, dsb.

 

Anak-anak walaupun belum sempurna perkembangan otak/kognisinya, namun sudah dapat memahami penjelasan sederhana yang kita berikan pada mereka. Membenarkan dengan memberi penjelasan daripada sekadar memarahi, akan lebih baik bagi perkembangan kognisi dan afeksi anak. Anak akan semakin hormat dan percaya pada orangtua karena apa yang dikatakan orangtuanya masuk akal dan bermanfaat bagi dirinya, anak juga lebih merasa disayang. Sebaliknya, semakin sering anak dimarahi, anak akan semakin mengembangkan jiwa pemberontak, karena dia berpikir orangtua tidak mau menerima alasan darinya hanya dengan menangis, sehingga anak akan cenderung menambah intensitas kemarahannya agar kemarahan orangtua reda.

 

Dari sisi perkembangan emosi/afeksi, jelas hal ini kurang baik, karena secara tidak langsung kita sebagai orangtua memberi contoh yang kurang baik pada anak dengan melakukan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Demikian ibu Ani, semoga bermanfaat.

 

Dijawab oleh:

Fajar Kawuryan

AGENDA

Her Registrasi Semester Genap 2014/2015
Sesuai dengan kalender akademik Semester Genap tahu 2014/2015 Her-Registrasi Universitas Muria Kudus akan dilaksanakan tanggal 2 - 14 Februari 2015 ....

Pendaftaran Ujian Skripsi

Mahasiswa yang sudah mengambil skripsi bahwa pendaftaran ujian skripsi paling lambat 18 Februari 2015, dengan menyertakan persyaratan ujian ...


Penjelasan Aturan Dan Alur Pengajuan Skripsi

Mahasiswa Semester 8 yang sudah mengambil skripsi DI WAJIBKAN HADIR pada kegiatan penjelasan aturan dan alur pengajuan skripsi


Fakultas Psikologi UMK Peroleh Akreditasi B
Seluruh civitas akademika Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus pada tahun ini tampaknya bergembira sekali, mengingat setelah melalui perjuangan yang panjang ....