INFO PENTING

Download Naskah Penulisan Jurnal
Salah satu syarat pengumpulan hasil akhir skripsi adalah membuat skirpisi sesuai dengan dengan format jurnal. Berikut link pedoman ....

Download dan Baca Pedoman Penulisan Skripsi Terbaru
Mahasiswa yang mengambil mata kuliah skripsi, diharapkan untuk mendownload dan membaca materi panduan penulisan skripsi terbaru ....

Artikel

Tidak Percaya Diri karena Wajah Pas-pasan

Tidak Percaya Diri karena Wajah Pas-pasan

 

Tanya:
Saya laki-laki usia 25 tahun. Saya sudah bekerja namun memiliki wajah yang pas-pasan. Masalahnya adalah saya sering tidak percaya diri atau minder di depan wanita. Itulah yang menyebabkan sampai saat ini saya tidak berani menjalin hubungan dengan wanita. Selalu timbul ketakutan dan perasaan waswas yang luar biasa ketika menjalin hubungan dengan seorang wanita. Saya selalu merasa bahwa diri saya tidak pantas mencintai. Normal-kah saya ?
IWN 

 

Jawab:

Buat mas IWN, saya memahami perasaan yang dialami oleh Anda, yang merasa minder dan tidak percaya diri untuk menjalin hubungan dengan wanita karena merasa mempunyai wajah yang pas-pasan. Pada dasarnya ketakutan untuk menjalin hubungan dengan wanita yang dirasakan oleh mas IWN, juga banyak dirasakan oleh laki-laki lain dengan berbagai alasan. Ada yang merasa punya wajah cukup lumayan tapi karena belum punya pekerjaan tetap merasa tidak percaya diri untuk menjalin hubungan dengan wanita, atau sudah mempunyai pekerjaan yang tetap bahkan wajah dan penampilan fisik yang tidak jelek tetapi tetap tidak percaya diri juga untuk berhubungan dengan wanita atau juga seperti yang sedang anda alami saat ini.

 

Dalam permasalahan yang dihadapi oleh mas IWN, hal ini berkaitan dengan kepercayaan diri terhadap penampilan yang dimiliki. Kepercayaan diri tidak akan muncul apabila masih ada pikiran yang negatif terhadap diri sendiri dan persepsi terhadap diri kita tidak berubah. Kita merasa bahwa diri kita memiliki kekurangan lebih banyak dibandingkan kelebihan yang dapat kita tonjolkan. Kita tidak melihat kelebihan kita sebagai modal untuk berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain. Untuk menimbulkan kepercayaan diri memang diperlukan perubahan sikap dan mental dari diri kita, bahkan persepsi terhadap diri sendiri harus dirubah.

 

Dalam hal ini maka sikap yang harus dilakukan oleh mas IWN adalah merubah persepsi bahwa diri kita jelek, pas-pasan atau apapun, karena persepsi seperti itu akan menyebabkan munculnya perasaan takut dan perasaan cemas yang berlebihan sehingga menyebabkan ketidakpercayaan pada diri sendiri. Persepsi tersebut mungkin hanya berasal dari diri anda saja sedangkan orang lain tidak sampai berpikiran seperti itu, apalagi anda sudah bekerja dan dianggap sudah siap untuk menjalin hubungan dengan orang lain, persepsi terhadap wajah yang cantik atau cakep itu sangat relatif berdasarkan penilaian.

 

Orang mau diajak untuk menjalin hubungan lebih cenderung akan melihat kepribadian kita, yang paling penting justru sikap dan cara berperilaku yang anda tunjukkan akan mencerminkan kepribadian anda. Semua orang pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, namun kita dapat menutupinya dengan kelebihan yang kita miliki, dalam hal ini mungkin pekerjaan atau sikap serius unuk menjalin hubungan dengan wanita.

 

Untuk itu anda tidak perlu terlalu cemas dan takut berhubungan dengan wanita. Rubahlah persepsi anda dan bersikaplah positif bahwa anda bisa melakukan hal tersebut. Coba untuk memulai melakukan pendekatan terhadap orang yang anda sukai dengan sikap wajar. Kalau orang lain (wanita) tidak menyukai anda, tidak perlu menyalahkan karena diri anda memiliki wajah yang pas-pasan, karena perasaan suka dan tidak suka adalah masalah hati, tapi keseriusan anda juga akan memberikan kepercayaan pada wanita bahwa anda benar-benar akan menjalin hubungan. Anda dapat minta saran dan pendapat teman atau orang yang anda percaya mengenai wanita yang dapat diajak untuk menjalin hubungan, yakinkan pada diri sendiri bahwa anda dapat menjalani kehidupan dengan normal termasuk mencintai dan dicintai wanita. Semoga berhasil.

 

Dijawab oleh:

Trubus Raharjo, S.Psi, M.Si