Psikologi UMK Selenggarakan Seminar Nasional 2016

Seminar Nasional merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus. Seminar Nasional kali ini merupakan seminar nasional kelima dalam lima tahun berturut-turut dan mengambil tema “AKTUALISASI POTENSI ANAK BANGSA MENUJU INDONESIA EMAS”. Tema ini berangkat dari kepedulian kami pada nasib generasi penerus bangsa;  khususnya anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki ‘keistimewaan’ tumbuh kembang dengan anak-anak normal seusianya.

Menurut data terbaru, jumlah anak berkebutuhan khusus di Indonesia tercatat mencapai 1.544.184 anak dengan 330.764 anak (21,42 persen) berada dalam rentang usia 5-18 tahun. Dari jumlah tersebut, hanya 85.737 anak berkebutuhan khusus yang bersekolah. Artinya, masih terdapat 245.027 anak berkebutuhan khusus yang belum mengenyam pendidikan di sekolah, baik sekolah khusus ataupun sekolah inklusi. Hal ini mengusik keprihatinan kami, bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus khususnya yang memiliki keterbatasan untuk dapat hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya kelak di masa dewasa jika mereka tak tersentuh dengan pendidikan yang memadai?

Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi, atau fisik. Sesuai definisi tersebut yang termasuk ABK antara lain : tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Menurut Munandar (1999) anak berbakat atau yang mendapat predikat gifted/talented adalah mereka yang benar-benar profesional atas dasar kemampuan mereka yang luar biasa dan kecakapan mereka dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berkualitas tinggi. Dengan demikian mereka akan dapat mewujudkan keinginannya dan memberi kontribusi baik terhadap dirinya maupun masyarakat.

Menghadapi ABK dengan kemampuan luar biasa diperlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, sehingga mereka mampu tumbuh dan berkembang maksimal sesuai dengan potensi yang dimiliki agar bisa memberikan kontribusinya pada masyarakat, sebaliknya menghadapi ABK karena penyimpangan perkembangan otak, langkah yang paling tepat adalah mengenali atau mendeteksi dini kelainan yang ada, baik oleh penolong persalinan, tenaga kesehatan, serta masyarakat, terutama orangtua dan keluarganya. Jika gangguan yang dialami anak sudah terdeteksi langkah selanjutnya adalah penanganan atau intervensi dini, baik secara promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif karena banyak faktor yang menyebabkan gangguan pembentukan dan perkembangan otak anak sejak saat pembuahan, kelahiran, sewaktu masih bayi, anak-anak sampai remaja. Pada tahap intervensi dini dibutuhkan pengetahuan tentang gangguan yang dialami ABK dan cara yang tepat untuk menangani ganggupan yang dialami.

Pengalaman di lapangan menunjukkan, pengetahuan tentang deteksi dini dan intervensi yang tepat untuk anak berkebutuhan khusus masih sangat dibutuhkan orangtua dengan ABK, mahasiswa dan sarjana lulusan psikologi, para pendidik, serta masyarakat pada umumnya sehingga tanggung jawab untuk membawa ABK ke kesejahteraan psikologisnya dapat dicapai dengan kerjasama semua pihak terkait.

Seminar ini diadakan sebagai salah satu upaya Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus untuk menyadarkan dan memberi wawasan kemampuan deteksi dini dan intervensi psikologis pada ABK sebagai salah satu upaya mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Seminar nasional ini diharapkan diikuti oleh individu, ilmuwan psikologi, pendidik, pengambil kebijakan dan pihak terkait untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan ketrampilan termasuk di dalamnya dengan mempresentasikan hasil penelitian atau hasil refleksi kritis peserta seminar atas situasi berkaitan dengan tema yang berlangsung di Indonesia.

Informasi lebih lanjut bisa disini http://bit.ly/KetentuanSemnasGifted