Bagaimana Mengatasi Kelainan Seksual Sesama Jenis?

Tanya :
Assalamualaikum,
Saya R saya mau menanyakan sesuatu. Sejak kecil suka berteman, tapi pasti ada saja teman yg paling dekat. Mungkin bisa dibilang sahabat tersayang. Terus dari SD SMP hingga menikah, saya selalu ada teman yg sangat spesial di hati saya. Bahkan kadang aku suka melakukan apa saja untuk memberi perhatian lebih padanya. Rasanya senang saja bisa bersama sama dengan temanku itu. Suka memikirkan dia, bahkan kadang dekat saja merasa deg degan. Pernah ada satu teman pas saya smp pindah sekolah saya merasa di tinggalkan saya merasa seperti mau gila padahal kita sesama perempuan. Sampai sekarang saya sudah menikah dan punya dua anak. Saya mencintai suami saya pastinya dan saya menikmati semua yg kami lakukan, baik itu seks atau perhatian saya kepada suami. Tapi saya masih mempunyai semacam penyakit, punya teman perempuan yang spesial dan terkadang selalu membayangi setiap. Saat kadang suka memikirkannya untuk sekedar chat atau telpon dan hanya dengan mendengar suaranya saja saya suka salah tingkah dan deg-degan. Saya ingin bertanya apakah saya termasuk lesbi atau sejenisnya? Jujur ini mengganggu hati saya, dan bagaimana cara mengatasi nya?
Terimakasih
R – Perempuan

Jawab:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh
Selamat pagi Ibu R. Sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas kepercayaannya mengonsultasikan pada kami hal yang membuat ibu tidak nyaman secara psikologis.
Dari cerita yang ibu sampaikan, apa yang ibu rasakan sampai saat ini terkait teman perempuan ibu bisa jadi karena teman perempuan ibu yang selama ini memang menjadi sosok lekat yang membuat nyaman ibu selama waktu itu ibu membutuhkan objek lekat atau sosok yang bisa membuat ibu nyaman dan percaya untuk berkeluh kesah sehingga sangat membekas dalam ingatan dan secara psikologis sampai jangka panjang pun membuat nyaman sehingga saat ini jika dalam kondisi meskipun sebentar saja membutuhkan ketenangan karena kepenatan rutinitas sehari-hari maka yang teringat adalah sosok yang pernah sangat amat membuat nyaman tersebut. Atau bisa saja juga memang ada kecenderungan seperti yang ibu khawatirkan, tapi kami sebagai profesinal psikologi klinis tidak berwenang untuk langsung memberikan diagnosa tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika berkenan untuk tahu pastinya diagnosa dan langkah selanjutnya yang sebaiknya bisa dilakukan agar ibu R bisa lebih nyaman, maka saya sangat menganjurkan untuk dapat melakukan pemeriksaan psikologis secara langsung.
Silakan bisa kita atur jadwal untuk pemeriksaan lebih lengkap di KPT Insight Fakultas Psikologi UMK, kami tunggu kedatangannya.
Selamat beraktivitas.
Wasalamualaikum Warahmatullah Wabarokatuh

Konsultasi psikologi ini Dijawab oleh
Tinon Citraning Harisuci, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Leave a comment