Menikmati Golden Sunrise di Sikunir

UMK – Sungguh beruntung, kami, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus yang sedang kuliah lapangan menggali fenomena anak-anak berambut gimbal di Dieng, Wonosobo pada hari Minggu, 29 November 2015, berkesempatan mendaki bukit Sikunir.

Pagi-pagi buta jam 04:00 dengan suhu dingin sekitar 10 derajat celsius kami, ber 30-an teman  bersama dosen pembimbing, M.Widjanarko, S.Psi, M.Si sudah berada dalam bak truk yang akan mengantar kami ke  Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Dieng, Wonosobo yang sejak tahun 1911 tersohor sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 2300 mdpl, dibuktikan dengan foto-foto yang beredar di Negeri Belanda.

Desa Sembungan, dikelilingi oleh obyek wisata yang apik. Telaga Cebong, Bukit Sikunir, Pertapaan di Gunung Pakuwojo dan Air terjun Sikarim merupakan obyek wisata yang berada di desa tersebut. Bagi wisatawan yang suka menikmati alam bebas, diseputar telaga cebong juga bisa mendirikan tenda, tentunya harus tetap menjaga kebersihan sampah dan keindahaan telaga tersebut  

Bukit Sikunir, menjadi destinasi wisata utama di kawasan Desa Sembungan yang diidamkan oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk kami. Obyek wisata ini ramai di hari libur, sabtu dan minggu, sehingga kami harus berangkat fajar agar bisa menikmati sunrise.

Tidak sulit mencapai bukit Sikunir, karena bisa dikatakan akses untuk menuju ke sana sudah baik. Infrastruktur jalan, tempat menginap dan ruang  berisitirahat seperti warung makan, minum, toilet juga parkir kendaraan  sudah memadai. Ketika di rasa semua persiapan untuk menghangatkan badan sudah cukup, sejak dari portal masuk, jam 04:45 kami berjalan dengan santai sambil menikmati udara pagi yang segar, kita  langsung berjalan menuju puncak Bukit Sikunir.

Untuk mencapai puncak bukit Sikunir, kita  membutuhkan waktu kira-kira 30-40 menit, tergantung dari kondisi badan kita. Hawa dingin yang menusuk tulang justru menjadi tantangan tersendiri bagi para wisatawan. Jalur menuju puncak yang sudah tertata, memudahkan semua kalangan bisa menikmatinya. Saya menemui anak-anak yang juga ikut naik menuju puncak bersama dengan keluarga mereka. Justru dari mereka, semangat untuk menuju puncak Sikunir menjadi lebih besar.

Menjelang matahari terbit puncak Bukit Sikunir ramai oleh wisatawan. Dari puncak Bukit Sikunir kita bisa melihat kota Wonosobo, gunung Prahu, gunung kembar Sumbing dan Sindoro, tentunya juga keindahan matahari terbit yang konon disebut-sebut sebagai pemandangan sunrise terindah di Indonesia. Oleh para wisatawan, pemandangan sunrise ini dijuluki dengan sebutan golden sunrise. Menikmati pesona alam di negeri atas awan ini memang merupakan suatu pengalaman yang luar biasa.

Damalena, salah seorang teman saya mengakui hal ini,”Saya sangat takjub dan terpukau dengan pesona alam Dieng khususnya Bukit Sikunir dengan golden sunrisenya, saya ingin berlama-lama disini, menikmati keindahan alam dipadukan dengan keramah tamahan orang-orang sekitar membuat yang datang betah,  semoga bisa kembali lagi ketempat ini,” ungkap Fifi, panggilan Damalena. (Gita Setyawati-Mahasiswa Fakultas Psikologi Semester 3).